Aku belajar memaknai kehidupanku ketika 4 tahun yang lalu Tuhan memanggil salah seorang dari kelima kakakku. Diperhadapkan dengan duka yang mendalam namun tanpa persiapan membuat aku harus memilih... "menjadi kuat atau terpuruk". Sebagai seorang anak bungsu, aku begitu dimanja oleh kelima kakakku, terlebih oleh almarhum. Menangis adalah hal yang terlampau sering aku lakukan. Mereka lah yang selalu menghapus air mataku.
Tetapi hari itu untuk pertama kalinya aku melihat mereka begitu bersedih. Aku melihat mereka meneteskan air mata. Aku terus berharap ini adalah mimpi... Penolakan terus terjadi dalam diriku.
Dengan langkah gontai aku pun menghampiri dia yang terbujur kaku dalam peti. Aku menyentuh wajahnya untuk meyakinkan diriku bahwa ia sudah tenang, "Saat ini kakak sudah tenang dan bahagia di sana. Papa Yesus lebih menyayangi kakak. Mulai saat ini aku tidak akan menangis karna aku ingin melepaskan kakak dengan senyuman..." Entah dari mana kekuatan itu datang dalam diriku hingga aku mampu mengungkapkan kalimat itu.
Yang aku tahu bahwa Tuhan pernah menghadirkan seseorang yang begitu baik dalam hidupku dan keluargaku. Tuhan memiliki rencana yang lebih indah bagi kehidupan kami.
I miss U brother... I miss U so much
Tidak ada komentar:
Posting Komentar