Senin, 09 April 2012

I Look To You

Have U ever heard this song?? I look to You from Whitney Houstan... a simple song with the deep meaning.
i love this song sooo muuuchhh...
Lets sing and feel it...
As I lay me down
Heaven hear me now
After giving it my all
I`m lost without a cause
After giving it my all

Winter`s storm has come
And darkened my sun
After all that I`ve been through
Who on earth can I turn to

I look to you
I look to you

After all my strength is gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you

And when melodies are gone
In you I hear a song
I look to you

About to lose my breathe
There`s no more fighting left
Sinking to rise no more
Searching for that open door

And every road that I`ve taken
Lead my regret
And I don`t know if I`m going to make it
Nothing to do but lift my head

I look to you
I look to you

And when my strength is gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you

And when melodies are gone
In you I hear a song
I look to you

My levees are broken
My walls have come
Tumbling down on me
The rain is falling
Defeat is calling
I need you to set me free
Take me far away from the battle
I need you
Shine on me

I look to you
I look to you

After all my strength is gone
In you I can be strong

I look to you
I look to you

And when melodies are gone
In you I hear a song
I look to you
I look to you
I look to you

Minggu, 08 April 2012

Hanya Ingin Menulis

Ga terasa banyak sudah yang ku lewati dalam hidupku. 24 tahun bukanlah waktu yang singkat... nyaris setengah abad. Banyak yang terlewati dan bahkan nyaris tanpa makna.
Aku belajar memaknai kehidupanku ketika 4 tahun yang lalu Tuhan memanggil salah seorang dari kelima kakakku. Diperhadapkan dengan duka yang mendalam namun tanpa persiapan membuat aku harus memilih... "menjadi kuat atau terpuruk". Sebagai seorang anak bungsu, aku begitu dimanja oleh kelima kakakku, terlebih oleh almarhum.  Menangis adalah hal yang terlampau sering aku lakukan. Mereka lah yang selalu menghapus air mataku.
Tetapi hari itu untuk pertama kalinya aku melihat mereka begitu bersedih. Aku melihat mereka meneteskan air mata. Aku terus berharap ini adalah mimpi...  Penolakan terus terjadi dalam diriku.
Dengan langkah gontai aku pun menghampiri dia yang terbujur kaku dalam peti. Aku menyentuh wajahnya untuk meyakinkan diriku bahwa ia sudah tenang, "Saat ini kakak sudah tenang dan bahagia di sana. Papa Yesus lebih menyayangi kakak. Mulai saat ini aku tidak akan menangis karna aku ingin melepaskan kakak dengan senyuman..." Entah dari mana kekuatan itu datang dalam diriku hingga aku mampu mengungkapkan kalimat itu.
Yang aku tahu bahwa Tuhan pernah menghadirkan seseorang yang begitu baik dalam hidupku dan keluargaku. Tuhan memiliki rencana yang lebih indah bagi kehidupan kami.
I miss U brother... I miss U so much

Merekam Keanggunan Sang Surya

Matahari terbit kemudian terbenam, mungkin merupakan pemandangan yang biasa bagi mata kita. Tidak ada yang istimewa dengan pemandangan seperti itu karena setiap harinya mata kita sudah terbiasa dengan hal itu. 

Suatu hari aku tersadar bahwa setiap harinya matahari punya cara tersendiri untuk bangun dan kembali tertidur. Ia punya keindahan yang tidak mampu untuk aku definisikan. 

"Menakjubkan..." itulah kata yang terlontar ketika aku menyaksikan matahari bergerak perlahan menuju peraduannya. 

Mataku tidak akan mampu untuk melihat keindahan matahari itu lebih lama karena ia perlahan mulai menghilang. Akupun merekam keindahannya melalui sebuah lensa yang dapat merekam keindahannya. Melalui lensa itu aku menyimpan kenangan akan keanggunan sang Surya yang aku temukan di pantai Selatan Yogyakarta. Pantai yang tersohor akan cerita mistis, namun menyimpan keindahan Sang Surya.